RSS

Rekam Medis dalam Tinjauan Ilmu Kearsipan

12 Jan

1. Rekam medis umumnya dikenal di ranah kesehatan #rekarsip

2. Rekam medis menjadi semacam panduan sxgus rekam bukti pelayanan kshatan yg dlakukn tnga medis kpda masyrakt #rekarsip

3. Namun bukan tidak mungkin rekam medis juga dikenal di ranah humaniora #rekarsip

4. Jika diteliti secara aspek dokumentasi, rekam medis dapat dikategorikn sebagai arsip #rekarsip

5. Sejenak kita perhatikan definisi aspek sesuai UU Kearsipan No.43 Tahun 2009:”Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.” #rekarsip

6.Rekam medis dikategorikan sebagai arsip karena ia merupkan rekaman kegiatan pemberian layanan kesehatan dari tenaga medis baik di rumah sakit maupun sarana layanan ksehatan lainnya. #rekarsip

7. Meski tidak secara tersurat disebutkan perihal bidang kesehatan maupun sarana layanan kesehatan, namun kegiatan layanan medis merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin hak hidup rakyatnya.#rekarsip

8. Rekam medis juga memiliki nilai guna sebagaimana arsip yang umum diketahui, yaitu nilai guna primer dan sekunder. #rekarsip

9. Nilai guna primer antara lain: Administrasi (prasyarat tertib administrasi sentra layanan kesehatan), legalitas (bukti hukum), finansial (pengurusan pembiayaan layanan kesehatan), edukasi (penelitian&pendidikan bidang kedokteran)#rekarsip

10. Nilai guna sekunder antara lain: sejarah dan pendokumentasian.#rekarsip

11. Secara prinsip, penataan hingga pemusnahan arsip rekam medis tdk bgtu jauh brbeda dg arsip konvensional lainny.#rekarsip

12. Namun,hal yang patut diperhatikn adl pd penciptaan dan pnggunaan arsip rekam medis.#rekarsip

13.Arsip rekam medis termasuk dalam case file (meminjam istilah General Services Administration,National Archives and Records Service dalam salah satu bukunya “Case Filing”).#rekarsip

14.Case file didefinisikan sebagai sebuah folder atau unit file yang memuat materi terkait suatu tindakan, transaksi,peristiwa,personal, tempat, proyek atau subjek lain yang spesifik.#rekarsip

15.Oleh karena sifatnya yang spesifik, maka dituntut adanya standarisasi dalam mengelola case file, termasuk di dalamnya adalah arsip rekam medis. #rekarsip

16.Dalam buku yang sama disebutkan ada 5 aspek yg prlu diperhatikn dlm standarisasi case file, yaitu: 1.Standarisasi isi, yaitu perihal kode-kode tertentu yang digunakan dalam pengisian rekam medis, cara pengisian rekam medis. Pada penciptaan atau pencatatan arsip rekam medis, perlu diperhatikn aturan bahwa jika terjadi kesalahan pengisian rekam medis manual/konvensinal,maka tidak boleh dihapus dengan cara apapun, tetapi cukup dicoret dan ditanda tangani oleh tenaga medis yang mengisi rekam medis;2. Standarisasi folder atau media simpan;3. standarisasi identifikasi dokumen, yaitu terkait kode pemberkasan sehingga arsip mudah ditemukan kembali;4. Standarisasi metode penataan, apakah menggunakan penataan secara alphabetik atau numerik;5. Standarisasi perencanaan disposisi.#rekarsip

17. Titik tekan paling penting dlm bidang kearsipan bagi rekam medis, yaitu pemberkasan atau penyimpanan dan pemusnahan.#rekarsip

18. Dalam pemberkasan arsip, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah metode penyimpanan, media penyimpanan, kode penyimpanan.#rekarsip

19. Metode penyimpanan dalam rekam medis lebih dikenal dalam 2 bentuk, yaitu sentralisasi dan desentralisasi.#rekarsip

20. Seblm arsip rekam medis disimpan, perhatikan lebih dulu apakah rekam medis telah terisi dengan baik dan benar sesuai prosedur.#rekarsip

21. Pmilihan metode pnyimpanan bergantung pada beberapa hal: a.Jenis dan ukuran arsip rekam medis sehingga tidak menimbulkan kerusakan fisik maupun informasi;b. Kekuatan finansial sarana layanan kesehatan dalam menyediakan media simpan;c. Ketahanan media simpan serangan perusak, baik kimiawi, biologis hingga perusakan oleh manusia.#rekarsip

22. Kode penyimpanan atau pemberkasan yang digunakan dalam penataan arsip rekam medis adalah sistem numerik dan sistem penamaan (alphabetik), bahkn ada yg gabungan.#rekarsip

23. Kode penyimpanan dibuat untuk memudahkan dalam temu balik arsip rekam medis pada saat akan digunakan sehingga lebih cepat dan tepat ditemukan

24.Rekam medis, terutama rekam medis konvensional atau berbasis kertas, tidak selamanya disimpan.#rekarsip

25. Seperti pada arsip-arsip yang memiliki retensi atau jangka simpan tertentu, rekam medis tetap mengalami proses pemusnahan.#rekarsip

26. Inilah yang seringkali luput dari perhatian pengguna jika diketahui rekam medis tidak ditemukan.#rekarsip

27. Selain kemungkinan penataan yang tidak sesuai prosedur, perusakan, dapat juga karena rekam medis yang diduga hilang tersebut telah dimusnahkan.#rekarsip

28. Jika rekam medis dimusnahkan, bagaimana tenaga medis mengambil tindakan apabila si pasien kembali berobat?#rekarsip

29. Beberapa kasus malpraktek dokter yang masih ditemui di masyarakat menjadi kekhawatiran tersendiri, dan tidak jarang mengacu pada pengabaian arsip rekam medis sebagai panduan dalam mendiagnosis pasien.#rekarsip

30. Perlu diketahui bersama bahwa arsip rekam medis memang memiliki jangka waktu simpan kcuali jk ditentukn prmanen saat pnilaian.#rekarsip

31. Berikut jenis rekam medis beserta retensinya:

retensi rekmed

32. Rekam medis dapat dinilai abadi jika berkaitan dengan kasus kriminal atau penyakit tertentu.#rekarsip

33. Pengaturan tentang pemusnahan dan retensi rekam medis telah diatur dalam permenkes no.269/2008: Dalam bab IV Pasal 8 ayat (1) tertulis “Rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dari tanggal terakhir pasien berobat atau dipulangkan”. Kemudian pada ayat (2) tertulis “Setelah batas waktu 5 (lima) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampaui, rekam medis dapat dimusnahkan, kecuali ringkasan pulang dan persetujuan tindakan medik”.#rekarsip

34. Dalam bab IV pasal 9 untuk instansi pelayanan kesehatannya non rumah sakit. Karena setelah lebih dari 2 tahun, berkas rekam medis yang tersimpan di instansi pelayanan kesehatan non rumah sakit ini dapat dimusnahkan.#rekarsip

35. Tentu dalam prosedur pemusnahan dibuat berita acara pemusnahan dan daftar lampiran arsip apa saja yang dimusnahkan sebagai alat bukti jika si pasien ingin mengetahui kondisi rekam medisnya.#rekarsip

36. Semoga yang sedikit ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas tentang rekam medis dan posisinya dlm bidang kearsipan.#rekarsip

37. Apabila ada kesalahan, kekeliruan dan/atau tambahan yg diperlukan, kami persilakan utk direspon..trma ksh.#rekarsip

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2013 in Kultwit

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: